Hari ini pulang tengah malam lagi.
Ternyata memang melelahkan jadi public figure itu. Dalam perjalanan pulang, aku
mengenang bagaimana perjuangan menjadi seorang penyanyi muda berbakat.
Masyarakat menyebutnya begitu, walau begitu rasanya setelah sampai di posisi
ini aku merasa tak nyaman.
“Oh iya, itu di jok belakang ada
undangan,” kata manajer sekaligus supir.
Aku mencari yang dimaksud, ternyata
sebuah surat hitam. Tak ada nama pengirim, aku mulai penasaran dan membukanya.
Kertasnya hitam dan tulisannya berwarna keemasan, tertulis namaku, Denia
Pramuldi. Aku membaca isinya dengan pelan dan aku menemukan sebuah foto bukti
yang tertulis di isi surat, di bawahnya tertulis Deathmatch Game.