Saturday, June 25, 2016

Peduli Setan

Ini adalah sebuah percakapan aneh antara dua manusia yang tidak saling mencintai. 

"Kamu tahu tentang kotak Pandora?" 

"Tahu, kotak yang berisi banyak malapetaka itu." 

"Bayangkan kalau saja Pandora tidak membuka kotak tersebut! Apa dunia akan lebih damai dan tentram?" 

"Mengapa kamu memikirkan hal yang sungguh merepotkan seperti itu sih?" 

"Atau bayangkan kotak itu tidak akan pernah ada nyata. Mengapa repot-repot kotak itu menjadi wujud yang nyata bila suatu hari ada yang akan membukanya?" 

"Kamu kenapa sih, sakit?" 

"Atau bayangkan saja kotak itu malah berisi kebahagian dan kedamaian! Bukannya semuanya akan menjadi lebih baik lagi?" 

"Hmm, poin yang bagus, tapi serius kamu lagi gak ngobat kan?" 

"Bayangkan, mungkin dunia ini tidak akan sama seperti sekarang!" 

"Peduli apa kamu sama dunia yang sudah sekarat ini?" 

"Peduli setan sama dunia! Aku lebih memilih membuat kotak yang baru."

"Mau kemana kamu?!" 

"Menemui dewa yang lain." 

Friday, June 24, 2016

Benarkah Generasi 4G?

Indonesia sedang gencar-gencarnya melakukan gerakan memajukan dunia mobilitas kita dengan koneksi internet 4G. Tetapi apakah gerakan ini sudah bergerak menjadi sebuah efisiensi yang tinggi dalam kehidupan kita sehari-hari layaknya pekerjaan? Mari kita bahas sedikit.

Sudah banyak dari masyarakat kita yang menggunakan smartphone andalan dari berbagai merek. Ada dari tipe S, tipe A, tipe L, banyak sekali. Pasarnya pun cukup menjanjikan hingga banyak berbagai merek dari negeri china bahkan india. Mobilitas dalam beberapa tahun ini ada pada produk smartphone mereka, lebih compact bahkan dapat dikantungi, tidak seperti laptop yang cukup berat.

Tingkat mobilitas yang tinggi ini mulai bergeser menjadi ajang gaya hidup modern. Pada smartphone banyak aplikasi yang mendukung gaya hidup mereka, dari adanya toko online hingga aplikasi sosial. Demand pada sebuah koneksi internet pun menjadi tinggi dan menguntungkan pihak provider. Mereka menawarkan banyak sekali promo yang murah meriah, hingga muncul yang pertama kali setelah menikmati segmen 3G. Koneksi internet 4G-LTE yang menjamin kecepatan yang lebih cepat dari pendahulunya.

Indonesia cukup terbilang telat mengaplikasikan kecepatan 4G ini, di mana sudah banyak negara yang menggunakannya lebih dari lima tahun. Bahkan baru-baru ini kita sudah disuguhkan perkembangan tentang penerusnya, 5G. Cukup tertinggal banyak langkah di belakang.

Saat 4G masuk ke Indonesia yang diharapkan adalah perkembangan internet dan mobilitas menjadi lebih baik dan efisien untuk para profesional. Sayangnya perkembangan di sini sangat cukup lambat, sudah berapa tahun masuk dan baru berapa yang benar-benar menikmatinya? Bahkan kecepatannya pun memakan banyak dana. Terlebih lagi belum banyak smartphone juga yang support koneksi 4G, hanya kelas smartphone mahal yang sudah support. Begitupun area yang tercover koneksi 4G masih terbatas.

Bila melihat perkembangan di dunia, kita memang sangat lambat. Seharusnya kita bisa mengejarnya saat koneksi 4G ada di garis start dulu. Seharusnya pemerintah berperan aktif lebih giat juga tidak hanya mengandalkan para provider yang ada saja. Koneksi 5G sedang diuji coba dan kita masih tersendat dalam perkembangan 4G kita? Ini sungguh perkembangan yang luar biasa amat sangat buruk.

Beberapa hari yang lalu pun saya sempat mendengar polemik smartphone yang dipersulit masuk dan harus menurunkan koneksi produk mereka ke 3G atau 3.5G. Sebegitukah kita yang menyebut "Generasi 4G"? Saya pribadi melihat tidak ada generasi 4G, yang ada transisi yang mengecewakan. Tidak banyak aksi, provider hanya dapat mencari untung tanpa gesit berkembang. Hingga polemik ego provider (termasuk yang bumn) saat Google menawarkan uji coba bantuan teknologi Loon mereka.

Generasi 4G? Yang mana? Coba berpikir kembali dan silakan beropini sendiri.

Saturday, January 30, 2016

Orangtua Harus Cerdas Mengawasi

gambar diambil dari www.ummi-online.com
Tahukah kalian, banyak dari orangtua yang tidak selalu mengawasi anaknya dalam hal berteknologi. Entah itu yang menonton televisi hingga menggunakan smartphone. Kebanyakan orangtua hanya memberikan begitu saja tanpa tahu risiko yang ada bila menggunakan sebuah teknologi. Termasuk smartphone, pernah kalian melihat anak-anak yang sudah memainkan tablet atau smartphone untuk sekadar bermain atau menonton sesuatu? Tanpa pengawasan sang orangtua yang sibuk akan kerjaannya, kita tak tahu anak-anak tersebut membuka aplikasi apa dan memakainya untuk apa.

Acer melihat hal tersebut dan lahirlah solusi sebuah smartphone yang mempunyai aplikasi yang aman digunakan untuk anak-anak. Acer Liquid Z320 yang dilengkapi oleh aplikasi Kids Center. Smartphone ini cukup murah terlebih lagi menjadi sebuah alternatif baru untuk hiburan sang anak. Jadi orangtua bisa mengajarkan anak-anak mereka untuk berteknologi dalam hal ini menggunakan smartphone.

Kids Center ini aplikasi yang dibuat untuk keperluan orangtua bila sang anak ingin meminjam gadget miliknya. Aplikasi ini aman dipakai oleh anak-anak karena isinya cukup friendly untuk anak-anak. Bahkan anak-anak tak bisa keluar dari akses tersebut. Isinya beragam, dari permainan, musik, hingga video yang ditujukan untuk anak-anak. Sehingga orangtua yang cukup sibuk akan perkerjaannya tak begitu sibuk mengawasi sang anak dalam menggunakan smartphone anda. Akan tetapi orangtua juga perlu bermain dan mengawasi sang anak bersama.

Aplikasi ini tidak serta merta menjadikan orangtua malas untuk mengawasi sang anak berteknologi. Orangtua juga perlu mendidik anak dalam berteknologi juga. Dengan aplikasi ini orangtua mau tak mau harus ikut membina sang anak dalam memakai smartphone dengan lebih mudah. Menjadi sarana yang lebih variatif untuk mengajarkan anak berteknologi.


Acer Liquid Z320 - Kids Center
Temukan keunggulan aplikasi Kids Center pada Acer Liquid Z320 di video berikut ini. #AcerTechnology
Posted by Acer Indonesia on Wednesday, January 13, 2016

Tak hanya itu fitur yang ada di smartphone Acer Liquid Z320 ini pun mendukung kinerja orangtua. Sebagai contoh dual sim yang memungkinkan orangtua mempunyai dua nomor dengan menunjang 3G untuk berinternet. Operasi sistemnya pun sudah Lollipop 5.1 yang pasti sangat lancar menjalankan macam aplikasi dengan RAM 1 GB. Untuk memory internalnya 8GB dan ada tambahan card slot microSD sudah dapat menunjang penyimpanan foto dan juga dokumen-dokumen.

Untuk kamera untuk para ibu-ibu yang sekarang suka dengan selfie, kamera ini dilengkapi dengan 5MP untuk kamera belakang dan 2MP untuk kamera depannya. Sudah sangat cukup untuk berselfie ria saat mengerjakan pekerjaan rumah atau mengawasi anak. Dengan battery 2000 mAh sudah cukup untuk dipakai berjam-jam.

Dengan begitu orangtua juga dapat memanfaatkan smartphone Acer Liquid Z320 ini untuk pekerjaannya. Di samping itu juga dapat memberi anaknya hiburan alternatif serta mengawasinya dalam berteknologi. Acer Liquid Z320 ini cocok untuk semua keluarga.
Acer Liquid Z320 @ Acerid.com
Smartphone ini dapat dibeli di toko-toko smartphone acer atau di toko-toko online seperti Lazada, Tokopedia, dan masih banyak lainnya. Harga dibanderol dengan sangat murah, sekitar kurang dari Rp 1.100.000. Bila kalian membeli di toko online biasanya ada diskonnya yang membuat harganya lebih murah tak sampai satu juta-an. Silakan giat mencari harga yang murah di toko online favoritmu.

Jadi ayo kapan lagi bertemu dengan smartphone yang cukup canggih untuk dipakai dan dapat mengawasi sang anak dalam berteknologi dengan aman. Acer Liquid Z320 sudah menjawab semua kekhawatiran orangtua untuk mengajarkan sang anak dalam berteknologi, dalam hal ini menggunakan smartphone. Ayo kunjungi toko acer dan toko smartphone terdekat atau dapat membelinya di toko-toko online favorite kalian. Mari menjadi orangtua yang cerdas dalam mengawasi dan mengajarkan anak dalam berteknologi.

Saturday, December 19, 2015

Sekilas Malam Perpisahan

Hujan tolong tetap bersamaku malam ini
Dinginmu masih ingin kurasakan
Untuk menutupi gelak ria perpisahan
Antara waktu dan dunia

Di sudut ruangan ini aku bercerita
Tentang ketidakpastian
Perpisahan ini hanya awal
Dari sebuah ketidakpastian

Hujan, bisakah aku berdoa padamu
Demi aku yang ingin bersenandung
Kau adalah musiknya
Kabulkanlah

Untuk sebuah pertemuan
Antara ragaku dengan diriku yang sebenarnya

Wednesday, December 16, 2015

Merry Kissmas

Jakarta adalah jantung dan ibukota negara ini. Menjadikan kota tersibuk yang pernah ada. Populasi yang begitu banyak di dalamnya membuat banyak orang menambuh nasib di sini. Memasuki bulan Desember ibukota penuh dengan ornamen natal dan tahun baru di mana-mana. Membuat bulan ini penuh kerlap-kerlip dan harapan yang muncul setiap tahunnya.

Begitu pun denganku.

Aku memang tak pernah merayakan natal, hanya saja temanku selalu mengajakku jalan di malam natal. Tiap tahun aku selalu menunggunya, sudah menjadi kebiasaan kami merayakannya dengan cara yang lain. Semacam tahun kemarin kami melakukan kompetisi memotret hingga tengah malam. Kami mengitari kota Jakarta berdua dan memotret banyak momen di tengah hiruk pikuknya kota.

Tahun ini aku menunggu apa lagi yang akan kami lakukan di malam natal. Sebenarnya ada satu yang aku inginkan di natal tahun ini.

Aku ingin menciumnya.

Terdengar aneh bukan, tetapi aku sadar bahwa dirinya sangat berarti buatku setiap tahunnya. Tak hanya di hari natal, aku benar-benar ingin mengungkapkan rasa itu padanya. Yup, dengan menciumnya.

Entah mengapa setiap melihat temanku ini aku selalu melihat bibirnya yang menurutku kissable sekali. Mungkin terdengar sedikit pervert, tetapi aku selalu tak tahan melihat bibirnya.  Jadi malam natal nanti aku ingin sekali menciumnya, merasakan lembut bibirnya walau hanya sekilas.

"Kau dengar tidak? Kita ke bioskop nanti malam, nonton."

"Eh, aah iya-iya."

Aku sampai tak mendengar temanku ini berbicara tentang rencana kami malam natal nanti.

Malam itu pun datang. Kami berdua dengan semangat pergi ke bioskop di kota, menonton film yang sudah dia tunggu-tunggu dari beberapa bulan lalu. Temanku ini paling semangat bahkan sudah membeli tiketnya lewat mobile.

Kami menonton sekitar 90 menit, kami pun keluar teater.

"Seru bukan?"

"Hmm, lumayan."

Sudah hampir tengah malam, kami pun pulang ke rumah dengan jalan yang memutar. Dalam artian sebelum sampai rumah kami pergi menikmati angin malam natal hari ini. Menikmatinya berdua, hingga aku merasa darahku mengalir deras.

Sesampai di depan rumahku aku turun dari mobil sedannya. Begitu pun temanku ini.

"Ada apa Sha?"

Aku hanya mendekatinya saat ia bertanya. Hingga wajah kami hanya terpaut beberapa senti saja. Napasnya terasa di wajahku begitu pun sebaliknya. Dengan lembut aku mendekati bibirnya.

Lembut.

Tak ada tanda penolakan, malam natal ini begitu lengkap sudah. Apapun yang terjadi setelah ini, setidaknya aku mengungkapkannya. Lengkap sudah.

Aku pun perlahan mulai mundur dan tersipu malu menatapnya.

"Terima kasih untuk malam ini, Na."


Tuesday, December 15, 2015

Kembalilah

Daun-daun kering melayang jatuh ke dasar
Angin melambai sejuk menelusuri jalan
Damai bibirmu saat kukecup lembut
Anganku bersamamu menjelajahi malam

Sinar rembulan bernyanyi merona
Menerangi hatimu yang capai
Detik seakan hilang dalam kamus
Bila dirimu hadir bersamaku

Malam tidak berbintang
Sejauh itu rasa cintaku
Dirimu tak perlu tahu
Caraku memetik bintang
Hanya untukmu

Dan pagi datang dengan tersenyum
Merenggut semua keindahan yang berkelip
Kamu terbangun di pelukku
Aku berharap begitu setiap pagi

Hanyut aku dalam kenyataan pahit

-2015-

Tahun 2015 sudah mendekati akhir. Tak banyak yang terjadi dalam tahun 2015 untuk saya pribadi. Tahun ini bisa saya bila menjadi tahun merenungku, tahun membebaskan, tahun penyembuhan akan apa yang telah terjadi. Tak banyak yang kudapat dari tahun ini, bahkan aku meragukannya. Aku tahu apa yang telah terjadi di sini, dalam hidupku. Dari aku yang mengecewakan banyak orang hingga aku yang sedang mengintropeksi diri.

Awalnya aku berteguh diri mengambil keputusan ini. Kembali untuk fokus pada impian yang telah kutetapkan dan kukejar. Hanya saja tak sebegitu mudah yang dibayangkan. Aku sadar bahwa aku sudah tertinggal di belakang dengan orang-orang yang menurutku sangat hebat. Teman-teman sebaya, orang-orang di lingkunganku, dan bahkan orang-orang yang belum pernah kutemui tetapi aku mengenal karya mereka.

Target tahun 2015 ini untuk menyelesaikan satu novel pun mungkin terancam tak tercapai. Bahkan dengan waktu yang sebanyak ini telah kupunya aku tak bisa menyelesaikannya. Aku sadar bahwa aku sedang di performa terburukku. Hingga muncul rasa takut, tak percaya diri, hingga rasa bersalah. Aku merasa bersalah pada diriku sendiri yang membuang-buang waktuku selama setahun ini, hal ini membuat motivasiku menurun.

Tak seperti yang kubayangkan di awal.

Saat ini aku sadar bahwa aku telah tertinggal oleh banyak orang begitu pun performaku yang menurun. Hingga aku berpikir apa aku memang tidak bisa menulis sebuah cerita lagi? Apa aku memang tak bisa menulis? Apa mungkin penulis bukan ide yang tepat? Aku merenungkan hal-hal semacam itu di tahun ini.

Beberapa bulan lalu aku mendapat sebuah surat yang mengingatkanku bahwa sudah dua tahun aku tak menghasilkan novel lagi sejak novel pertamaku, BaseLove. Surat yang mempunyai dua mata pisau. Di satu sisinya aku sadar bahwa menjadi seorang penulis itu tak sesimpel dan semudah itu. Hal ini membuatku sedikit membakar motivasiku. Di sisi yang lain aku sadar aku telah mengecewakan diriku sendiri dan banyak orang. Itu membuatku sedih.

Dan entah mengapa datang di saat yang tidak tepat. Di saat performa terburukku. Aku mulai meragukan keputusan yang kubuat. Dan entah mengapa pula di sisi yang lain aku seperti tertampar dan ingin mulai bersemangat lagi. Ingin membuat keputusan yang kubuat ini adalah hal yang tepat dan benar. Setidaknya untuk ku pribadi, aku tahu banyak yang menilai keputusan ini salah.

Jalan ku masih panjang. Aku belum merasa puas dengan aku yang sekarang, itu jelas. Aku berusaha membenah diriku untuk tahun 2016. Rasanya aku merasakan sedikit harapan di tahun 2016 nanti. Banyak yang ingin kulakukan, dari menyelesaikan novel hingga ingin mengerjakan tentang Nest Stripes yang akhir-akhir ini sedang aku siapkan.

Aku berharap 2016 ini akan menjadi tahun yang benar-benar baru untukku. Tahun penataan kembali, tahun penyempurnaan, dari tahun 2015 ini.

SEMANGAT!!!


note: mungkin aku akan rajin-rajin nulis di blog. ssst, aku tak akan sharing ke medsos. rajin-rajinlah datang ke blogku :p.